OWALAH BUAH Mangga

Pada suatu hari, aku memasuki sebuah hutan. Aku tak tahu ke mana langkah-langkah ini akan membawaku, tetapi hasrat untuk menjelajah mendesakku maju. Hutan itu menyimpan aroma yang asing, sekaligus mengundang. Di setiap sudutnya, ada sesuatu yang baru, seperti pemandangan, kehidupan, yang seakan menanti untuk dikenali.

Aku mulai menyerap keberadaan di sekitarku. Suasana yang tenang namun penuh bisik-bisik angin, keindahan yang tidak pernah kujumpai di tempat lain, dan pohon-pohon yang menjulang seperti penjaga zaman. Lalu, mataku terpaku pada satu pohon, pohon yang tak biasa. Ia berdiri megah, seolah memisahkan dirinya dari yang lain. Keindahannya melampaui apa pun yang pernah kusaksikan sebelumnya.

Pohon itu adalah pohon mangga, dengan satu buah yang menggantung rendah di cabangnya. Tetapi buah itu tak seperti buah-buah lain. Ia bersinar, memancarkan cahaya yang halus namun memikat. Mataku terpaut pada cahaya itu, tak sanggup berpaling. Entah apa yang membuatnya demikian, tetapi pohon itu, dengan buahnya yang bercahaya, seolah berbicara padaku dalam diam. Aku terpukau, seperti tertawan oleh keajaiban kecil yang hadir dalam keheningan hutan.

Jam demi jam aku memantau pohon itu dari kejauhan. Entah apa yang menahanku, tetapi ada rasa segan yang membuatku tak berani mendekat. Pohon itu seperti memiliki aura yang tak terjamah. Hingga senja datang dan bayang-bayang malam mulai menelan hutan, aku sadar harus segera pulang. Namun, pikiran tentang pohon itu tak kunjung hilang.

Hari-hari berlalu, dan pikiranku terus dibayang-bayangi buah itu, buah yang bersinar seperti menyimpan rahasia. Tanpa kusadari, aku memikirkannya lebih dari apa pun. Bahkan dalam tidurku, aku bermimpi tentangnya. Dalam mimpiku, aku mengambil buah itu, menggenggamnya, dan menyadari bahwa tak ada buah lain seindah itu. Ketika terbangun, hatiku dipenuhi tekad. Aku membuat sebuah bakul, bakul khusus, yang kupersiapkan untuk menyimpan buah itu dengan hati-hati.

Namun, ketika aku kembali ke hutan, pohon itu tampak kosong. Buah yang memikat itu sudah tiada. Aku berdiri di sana, bingung dan resah, tak tahu harus mencari ke mana. Waktu berlalu, dan aku terus merenungkan ke mana perginya buah itu. Hingga pada suatu hari, kabar sampai di telingaku. Ada seseorang yang telah mengambil buah indah dari pohon di hutan itu. Aku terkejut, tak percaya. Begitu mudahnya buah itu diambil, sesuatu yang selama ini begitu jauh dan tak tergapai olehku.

Dan kini, buah itu telah dimakan, menjadi milik orang lain. Aku hanya bisa berdiri di hadapan kekosongan, merasa bahwa ada sesuatu yang telah hilang, sesuatu yang tak mungkin kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korek